http://konsultanpajak.or.id Generasi Z & Pajak: Edukasi Sejak Dini , Oke gengs, let’s be real dulu. Kalau denger kata “pajak”, mayoritas anak Gen Z mungkin langsung auto-boring mode: “Yaaelah apaan lagi sih, ribet, angka-angka, negara yang makan duit rakyat…”
Padahal, pajak tuh literally nempel sama hidup kita sehari-hari. Dari lo nongkrong di kafe, beli skincare, top up game, sampai gaji pertama—semuanya udah kena pajak.
Jadi sebenernya bukan soal “perlu atau nggak” belajar pajak, tapi lebih ke “kapan” lo mulai ngeh soal pajak. Jawaban simpelnya: semakin dini, semakin aman future lo.
1. Kenapa Gen Z Harus Melek Pajak?
Gen Z itu generasi paling digital + paling vokal. Lo melek fintech, crypto, saham, startup, bahkan NFT. Tapi lucunya, banyak yang lupa kalau semua aktivitas finansial itu ada konsekuensi pajaknya.
Contoh real:
- Lo jualan thrift di TikTok Shop → ada PPN & PPh.
- Lo cuan dari saham → ada pajak dividen & capital gain.
- Lo jadi content creator → ada kewajiban lapor SPT tahunan.
Nah bayangin kalau lo udah ngerti pajak dari dini, lo nggak akan panik pas tiba-tiba dapat email “Anda belum melaporkan SPT Tahunan.”
2. Pajak = Literasi Finansial Level Up
Buat Gen Z, literasi finansial udah jadi kebutuhan. Semua orang ngomongin: nabung, investasi, side hustle. Tapi sering lupa bahwa manajemen pajak = bagian penting dari literasi keuangan.
Lo bisa punya investasi 100 juta di saham, tapi kalau nggak ngerti aturan pajaknya, bisa aja lo malah tekor. Pajak itu basically kayak “hidden cost” yang harus di-manage.
Jadi, edukasi pajak sejak dini = bikin mindset lo lebih lengkap soal money management.
3. Edukasi Pajak Buat Gen Z Bisa Fun Kok!
Masalahnya, pajak sering diajarin dengan cara textbook banget. Padahal buat Gen Z, cara belajar harus relate & interaktif.
Beberapa ide:
- Gamifikasi: bikin simulasi “game bisnis” di sekolah, di mana siswa harus bayar pajak tiap transaksi.
- Konten TikTok & IG: jelasin konsep pajak pakai meme, humor receh, atau storytelling real case.
- Workshop kreatif: bikin kelas bareng influencer finansial (kayak Prita Ghozie atau Felicia Putri) yang nge-bridge antara finansial & pajak.
- Simulasi SPT digital: bikin anak muda nyobain lapor SPT lewat e-filing (kayak main aplikasi, bukan baca modul 200 halaman).
4. Realita di Indonesia: Edukasi Pajak Masih Minim
Jujur aja, edukasi pajak di sekolah formal hampir nggak ada. Kita belajar ekonomi, iya. Belajar akuntansi, iya. Tapi pajak? Jarang banget disentuh.
Akibatnya, banyak Gen Z yang baru paham pajak pas udah kerja—itu pun sering dalam kondisi panik.
Contoh: ada temen gue yang jadi freelancer design, gajinya udah lumayan. Tiba-tiba rekeningnya di-block gara-gara ada tunggakan pajak yang dia nggak pernah ngerti sebelumnya.
Kalau edukasi pajak diajarin dari SMA atau kuliah awal, kasus kayak gini bisa banget dihindarin.
baca juga
- Pajak Jasa Maklon yang Sering Ke-skip Sama Pebisnis
- Peran Penting PJAP Buat Era Baru Pajak Digital
- Meterai Bukan Stiker Lucu, Bro!
- Apakah AI Training Data Kena Pajak?
- Pajak IoT Data
5. Manfaat Kalau Gen Z Melek Pajak Sejak Dini
✅ Lebih Aman Finansial
Lo bisa planning investasi & bisnis tanpa kaget sama “biaya pajak.”
✅ Nggak Panik Sama Regulasi
Setiap ada update pajak (kayak PPN 11% → 12%), lo udah siap mental & strategi.
✅ Value di Dunia Kerja
Banyak perusahaan sekarang nyari anak muda yang nggak cuma ngerti digital, tapi juga ngerti pajak. Jadi skill ini bikin lo stand out.
✅ Bisa Jadi Side Hustle
Bahkan, kalau lo jago pajak, lo bisa bantu UMKM atau temen-temen lo ngurus pajak mereka. Itu bisa jadi side income legit.
6. Pajak & Mindset Generasi Z: Dari “Takut” Jadi “Aware”
Kita harus shift mindset. Pajak jangan dilihat sebagai “beban,” tapi sebagai tool buat manage keuangan dengan lebih smart.
Contoh: kalau lo ngerti insentif pajak, lo bisa manfaatin buat dapet pengurangan beban usaha. Kalau lo ngerti tax treaty, investasi luar negeri jadi lebih aman.
7. Kesimpulan
So, buat Gen Z: Edukasi pajak sejak dini = investasi non-materi yang priceless.
Karena semakin lo paham pajak, semakin gampang lo ngatur cuan, karier, dan bahkan bisnis di masa depan.
Singkatnya:
Gen Z + Melek Pajak = Future-proof.
Penulisa tamu dari : SST8.com


