Perbedaan Konsultan Pajak dan Akuntan: Lo Butuh Dua-duanya, Tapi Jangan Samain Peran Mereka

Konsultan PajakPerbedaan Konsultan Pajak dan Akuntan: Lo Butuh Dua-duanya, Tapi Jangan Samain Peran Mereka. Lo udah punya laporan keuangan tiap bulan. Neraca rapi. Laba rugi jelas. Tapi pas masuk musim pajak, lo mulai panik.

“Ini bisa dikurangin gak ya?” “Yang ini masuk PPh apa?” “Kalau gue kena audit, siapa yang bantuin?”

Dan lo baru sadar: akuntan lo keren buat nyusun laporan. Tapi bukan dia yang bisa navigasi regulasi perpajakan yang berubah tiap tahun.

Itu kenapa lo butuh konsultan pajak. Dan itu juga kenapa dua peran ini sering ketuker.

Akuntan dan konsultan pajak mungkin sama-sama pegang angka. Tapi cara mereka kerja beda. Tujuannya beda. Dan fungsinya pun beda banget.

Akuntan itu tukang catat. Tukang rapiin. Tukang struktur. Mereka nyusun laporan keuangan yang bikin bisnis lo keliatan sehat — di atas kertas.

Konsultan pajak? Dia orang yang tau cara lo bisa lapor dengan aman. Orang yang tau celah legal buat hemat pajak. Orang yang ngerti dampak dari satu transaksi ke pelaporan lo tahun depan. baca nih panduan umum pajak di indonesia

Akuntan bikin laporan untuk internal dan eksternal (investor, bank). Tapi laporan itu belum tentu sesuai standar pajak. Karena dunia akuntansi dan perpajakan punya logika yang kadang gak sama.

Misalnya, biaya entertain bisa dicatat sebagai pengeluaran. Tapi dalam aturan pajak? Itu mungkin dianggap gak bisa dikurangin.

baca juga

Akuntan bisa bantu lo siapin angka. Tapi konsultan pajak bantu lo interpretasi dan mainin strategi dari angka itu.

Akuntan kerja rutin. Konsultan pajak kerja strategis. Akuntan ngejar standar akuntansi. Konsultan ngejar kepatuhan fiskal.

Dan kalau lo udah mulai jalanin bisnis yang punya tim, vendor, klien luar negeri, atau multi-channel revenue — lo butuh dua-duanya.

Lo butuh akuntan biar cashflow lo jelas. Dan lo butuh konsultan pajak biar lo gak kena revisi pas audit.

Yang sering kejadian? Banyak bisnis kecil baru sadar beda peran ini pas udah kena surat teguran.

Jangan nunggu chaos dulu baru lo nyari tahu siapa yang harus ngerjain apa.

Bangun tim lo sekarang. Atau outsource ke yang ngerti. Tapi pastiin satu hal: lo ngerti siapa yang lo ajak kerja sama, dan kenapa perannya penting buat bisnis lo.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top