konsultanpajak.or.id Pajak untuk Influencer & Content Creator: Lo Mungkin Viral, Tapi Negara Juga Ngelihat. Lo bikin konten tiap hari. Bangun jam 7, take video jam 8, upload jam 10. Komentar rame. DM masuk. Brand mulai nge-brief. Lo dapet transferan fee campaign, kiriman produk, dan kadang bonus tambahan dari brand yang puas.
Dulu lo iseng bikin konten. Sekarang lo jadi brand sendiri. Tapi ada satu hal yang mulai lo pikirin pas liat email dari agensi: “Mohon kirim NPWP untuk kebutuhan pajak.”
Di titik itu lo sadar. Influencer bukan cuma kerja depan kamera.
Content creator bukan cuma mikirin engagement.
Lo dapet penghasilan, dan lo ada di radar pajak.
Dan yes, sekarang pemerintah udah serius banget soal ini.
Influencer, content creator, YouTuber, TikToker, podcaster — semua yang dapet cuan dari konten atau exposure, masuk kategori Wajib Pajak Orang Pribadi.
Fee dari brand itu penghasilan.
Komisi affiliate itu penghasilan.
Bonus view di TikTok atau program monetisasi YouTube itu penghasilan.
Semuanya wajib lo lapor. Dan beberapa kena potong pajak di depan.
Kalau lo kerja sama dengan brand lokal atau agensi resmi, biasanya mereka potong PPh 21 atau PPh 23. Tapi lo tetap harus minta bukti potong pajak. Karena kalau lo gak minta, lo gak bisa klaim pas lapor SPT. Dan lo bisa dianggap belum bayar.
Kalau penghasilan lo dari luar negeri, kayak dari YouTube, TikTok, brand luar, lo harus setor sendiri.
Gak ada yang potongin buat lo. Tapi sistem DJP bisa tau. Karena semua payment sekarang digital, via PayPal, Wise, atau transfer bank.
Lo bisa pilih skema pelaporan pakai PPh Final UMKM (0.5% omzet), kalau penghasilan lo di bawah batas dan lo belum bentuk badan usaha. Atau pakai tarif progresif kalau lo pengen ngurangin biaya-biaya produksi (kamera, lighting, software, crew).
Yang sering kejadian adalah: influencer merasa belum besar, jadi gak usah lapor. Padahal lo baru butuh satu brand gede yang setor pajak lo ke DJP, dan nama lo langsung terekam. Dan saat lo gak lapor, lo bisa kena sanksi.
baca jjuga
- Pajak Jasa Maklon yang Sering Ke-skip Sama Pebisnis
- Peran Penting PJAP Buat Era Baru Pajak Digital
- Meterai Bukan Stiker Lucu, Bro!
- Apakah AI Training Data Kena Pajak?
- Pajak IoT Data
Konten lo mungkin isinya healing dan life update, tapi sistem perpajakan gak pernah skip update.
Kalau lo dapet cuan, negara anggap itu penghasilan kena pajak.
Dan makin lo viral, makin jelas jejak digital lo.
Jangan tunggu masalah datang.
Mulai dari hal sederhana.
Bikin NPWP. Simpen invoice. Catat penghasilan.
Kalau bisa, pisahin rekening pribadi dan kerja.
Dan kalau lo udah mulai dapet lebih dari 2-3 job campaign per bulan, apalagi lintas platform, lo udah masuk fase profesional.
Kerja sama sama konsultan pajak yang ngerti dunia kreator.
Yang ngerti lo gak dapet gaji tetap. Yang ngerti kerjaan lo fluktuatif. Yang ngerti struktur pembayaran agensi.
Bukan buat lo jadi kaku. Tapi buat lo jadi siap.
Karena suatu hari, lo bakal butuh SPT buat apply visa. Buat beli rumah. Buat kerja sama dengan brand luar negeri. Dan semua itu minta satu hal: laporan pajak yang rapi.
Influencer bukan kerjaan iseng. Ini karier. Ini profesi.
Dan kalau lo mau jalanin ini jangka panjang, lo harus tau:
Pajak itu bukan ancaman. Tapi alat validasi.
Yang bikin lo bukan cuma dipercaya followers, tapi juga dipercaya sistem.


