konsultanpajak.or.id Gaji Gue Udah Dipotong Pajak, Tapi Masih Disuruh Lapor Juga? Panduan PPh Ini Harusnya Dibagiin dari SMA.
Gue inget banget malam itu.
Lagi scroll-scroll TikTok, tiba-tiba muncul notifikasi email dari e-Filing DJP.
Subjeknya polos: “Segera Lapor SPT Tahunan Anda”
Biasa aja sih, kan tiap tahun juga gitu. Tapi masalahnya…
Gue udah kerja full-time. Gaji dipotong PPh 21 tiap bulan. Lah kenapa masih harus lapor?
Bukannya udah otomatis? Bukannya kantor yang ngurus?
Gue langsung teriak ke diri sendiri.
“Ini pajak penghasilan sebenernya apa sih? Wajib banget ya?”
PPh Itu Kayak Napas Sistem Keuangan Negara
Lo bisa gak bayar. Tapi siap-siap dicekik.
PPh (Pajak Penghasilan) adalah kewajiban lo sebagai warga negara produktif yang dapet penghasilan.
Dan ya… penghasilan itu luas banget. Gak cuma gaji. Tapi semua bentuk duit masuk:
- Gaji bulanan
- Honor freelance
- Royalti
- Fee endorse
- Komisi dropship
- Dividen saham
- Crypto? Masuk
- Jual NFT? Wajib
PPh itu sistemnya gak satu arah.
Bisa dipotong di awal (final), bisa dihitung akhir tahun (non-final), bisa dilaporin sendiri (self-assessment).
Tapi semua ada jejaknya. Semua udah nyambung.
Jangan mimpi bisa lolos, bro.
Kategori PPh Berdasarkan Sumber Duit Lo
Mari kita masuk ke struktur… tapi jangan takut, ini bukan pasal-pasal kaku.
PPh 21: Gaji dan Tenaga Kerja
Dipake buat karyawan, freelancer, dan penyedia jasa personal.
Kalau lo digaji tetap, kantor lo wajib motong.
Kalau lo freelance, klien bisa motong PPh 21 5–15% tergantung jasa.
PPh 22: Perdagangan Barang Tertentu & Impor
Biasanya kena kalo lo importir atau jualan barang tertentu.
Tiap beli barang ke distributor besar, potongan bisa 0,3–2,5%.
PPh 23: Jasa dan Royalti
Dipakai kalo lo kasih jasa ke perusahaan: konsultansi, EO, desain grafis.
Juga berlaku buat dividen dan bunga.
Tarifnya 2–15%, tergantung jenis jasa.
PPh 25: Angsuran Pajak Sendiri
Kalau lo kerja sendiri, ini wajib. Lo setor pajak bulanan sendiri.
Biasanya hitungannya dari laporan SPT tahun lalu.
PPh 26: Wajib Pajak Luar Negeri
Kalo lo bayar bule untuk perform atau bikin konten, ini masuk.
15–20% buat pihak luar negeri.
PPh 4 Ayat 2 (Final)
Yang ini banyak disalahpahami.
Dipake buat UMKM, properti, dividen tertentu.
Misalnya PPh Final 0,5% buat omzet usaha di bawah 4,8M.
Kalau lo jual rumah, kena final 2,5%.
Sederhana tapi mutlak. Gak bisa dikreditkan.
baca juga
- Pajak Jasa Maklon yang Sering Ke-skip Sama Pebisnis
- Peran Penting PJAP Buat Era Baru Pajak Digital
- Meterai Bukan Stiker Lucu, Bro!
- Apakah AI Training Data Kena Pajak?
- Pajak IoT Data
Skema Perhitungan PPh Pribadi: Nyata Tapi Rumit
Sekarang, soal PPh Orang Pribadi — yang sering bikin bingung.
Berapa persen sih gaji kita yang dipajakin?
Tahun 2025, tarifnya begini:
- Penghasilan Kena Pajak sampai 60 juta = 5%
- 60–250 juta = 15%
- 250–500 juta = 25%
- 500 juta–5 M = 30%
- Di atas 5 M = 35%
Tapi itu bukan langsung kena dari gaji. Ada namanya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP):
- Wajib Pajak pribadi: 54 juta/tahun
- Tambahan istri: 4,5 juta
- Anak: 4,5 juta per anak (max 3 anak)
Jadi kalau lo single, gaji setahun 100 juta, yang kena pajak cuma 46 juta. Itu yang dipotong progresif.
Dan iya, lo tetep harus lapor SPT tiap Maret.
Meskipun gaji lo udah dipotong, lapor tuh bukan soal bayar lagi. Tapi soal pertanggungjawaban.
Negara minta lo declare penghasilan dan bukti potongnya.
Kenapa Banyak yang Salah?
Karena orang cuma diajarin cara setor, bukan cara paham.
Padahal kalau lo ngerti:
- Lo bisa minta pengembalian pajak (refund) kalo kelebihan potong
- Lo bisa bedain mana yang bisa dikreditkan, mana yang final
- Lo bisa ngurangin pajak lewat pengeluaran yang sah (biaya usaha, CSR, pensiun, dll)
Solusi? Edukasi dan Konsultasi
Gak semua orang wajib jadi ahli pajak. Tapi semua orang wajib ngerti konteks pajak.
Makanya, Provisio Consulting hadir bukan buat nyuruh lo bayar lebih. Tapi biar lo paham, aman, dan efisien.
Lo bisa dapet:
- Simulasi perhitungan PPh
- Pendampingan SPT pribadi dan badan
- Rekonsiliasi penghasilan online & offline
- Audit dokumen buat persiapan pemeriksaan
- Tax planning tahunan
- Layanan konsultasi on-demand atau in-house training
Penutup: Negara Udah Punya Data. Lo Mau Siap atau Kena?
Jangan tunggu disuratin DJP.
Jangan tunggu pasangan lo panik karena NPWP lo nyambung ke rekening keluarga.
Jangan tunggu lo gak bisa daftar KPR karena “status fiskal belum clear.”
Pahami PPh. Kelola dari sekarang. Jangan panik pas udah diundang klarifikasi.
Hubungi Konsultan Pajak Terbaik di Indonesia
Provisio Consulting
Grha Provisioner Bersama, 1st Floor
Jl. Widya Chandra X No.7, Senayan, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12190
+6221-382 501 70
contact@provisio-id.com
PT Pro Visioner Konsultindo
Grha Provisioner Bersama, 3rd Floor
Jl. Widya Chandra X No.7, Senayan, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12190
+6221-382 501 71
contact@pro-visioner.com
Kalau lo kerja keras buat dapetin penghasilan, jangan biarin ketidaktahuan lo bikin duit itu ilang.
PPh itu real. Dan lo gak sendirian. Kita backup. Sampai tuntas.


