konsultanpajak.or.id PPN Itu Kayak Pacar Toksik: Nempel Terus, Gak Kerasa Tapi Nguras Dompet Bisnis Lo Tiap Hari.
Gue masih inget pas awal mulai usaha kecil-kecilan.
Jualan skincare impor, ambil dari supplier Korea, branding ulang, jual online.
Lancar. Duit masuk.
Tapi entah kenapa, tiap bulan… selalu minus di akhir.
Gue kira salah di biaya iklan.
Ternyata bukan.
Masalahnya satu: PPN. Pajak Pertambahan Nilai. Yang diem-diem nyedot arus kas. Tapi gak bisa lo tinggalin.
Sebenernya PPN Itu Pajak Kayak Gimana Sih?
PPN itu pajak konsumsi.
Artinya? Yang bayar sebenernya konsumen akhir.
Tapi yang wajib setor… lo. Bisnis lo.
Yap, lo yang jadi pemungut.
Besarnya 11% per 2025 (naik dari 10%), dan bisa naik jadi 12% tahun depan.
Apapun lo jual—selama kena objek PPN—lo harus tagih, setor, dan lapor.
Mulai dari makanan kemasan, alat elektronik, produk digital, sampai jasa.
Tapi… nggak semua transaksi kena.
Ada yang bebas PPN (exempted)
Ada yang dibebaskan (zero-rated)
Ada yang kena tapi ditanggung pemerintah (DTP)
Makanya banyak UKM bingung.
Kapan sih gue harus mulai pungut PPN?
Lo Udah PKP Belum?
PKP = Pengusaha Kena Pajak
Bukan cuma istilah. Ini status legal yang berarti:
Lo udah punya omzet lebih dari 500 juta per tahun.
Atau… lo daftar sukarela karena mau ekspor / kolaborasi dengan B2B.
Kalau udah PKP, berarti:
- Lo wajib bikin e-Faktur (pake aplikasi resmi DJP)
- Wajib pungut 11% di tiap invoice
- Wajib setor tiap bulan, tanggal 15
- Wajib lapor paling lambat tanggal 20
Nggak setor?
Telat setor?
Salah lapor?
Multa. Denda. Bisa kena sanksi administrasi sampe pemeriksaan.
baca juga
- Pajak Jasa Maklon yang Sering Ke-skip Sama Pebisnis
- Peran Penting PJAP Buat Era Baru Pajak Digital
- Meterai Bukan Stiker Lucu, Bro!
- Apakah AI Training Data Kena Pajak?
- Pajak IoT Data
PPN Itu Bukan Cuma Nambahin 11 Persen, Bro
Bayangin lo jual laptop seharga 10 juta.
Harga jual lo ke customer jadi 11 juta.
Tapi PPN itu bukan buat lo.
Lo setor ke negara.
Tapi lo juga bisa kreditkan PPN Masukan dari pembelian barang modal atau bahan baku.
Jadi kalau lo beli barang 5 juta + PPN 550 ribu, PPN itu bisa ngurangin PPN Keluaran lo.
Misal:
- PPN Keluaran: 1 juta
- PPN Masukan: 550 ribu
- Yang harus lo setor = 450 ribu
Sistem ini disebut mekanisme kredit pajak.
Masalahnya, kalau lo salah input, dokumen gak valid, invoice gak lengkap, atau transaksi gak tercatat di e-Faktur…
PPN Masukan lo gak bisa dikreditkan.
Artinya?
Rugi dobel.
Apa Pengaruhnya ke Cashflow?
Gila-gilaan.
PPN tuh bukan pajak tahunan. Ini bulanan.
Salah satu alasan banyak startup collapse di tahun ke-2 bukan karena revenue jelek.
Tapi karena nggak siap sama beban PPN.
Lo udah tagih ke klien, tapi klien belum bayar.
PPN-nya udah harus lo setor ke negara.
Cashflow jebol. Arus kas ngorok.
Terus Solusinya Apa?
Lo butuh 3 hal:
- Sistem pencatatan dan e-Faktur yang solid
Jangan manual. Jangan Excel.
Integrasi sama accounting system yang bisa ekspor CSV ke e-Faktur. - Pemahaman kategori transaksi
Mana yang taxable, mana yang nggak.
Misalnya jasa pendidikan, kesehatan, dan keuangan—itu nggak kena PPN. - Pendampingan Konsultan Pajak Pro-Level
Kayak siapa?
Provisio Consulting
Mereka bantu banyak brand gede dan UKM buat transisi ke sistem PPN yang compliant, efisien, dan gak bikin panik.
Layanan PPN dari Provisio Consulting:
- Registrasi PKP dan administrasi awal
- Penyusunan dan review e-Faktur bulanan
- Penghitungan PPN Masukan/Keluaran
- Tax planning dan simulasi skenario cashflow PPN
- Pelatihan internal soal PPN & e-Invoicing
- Pendampingan saat pemeriksaan PPN
- Integrasi software akuntansi + e-Faktur
Mereka juga bantu lo siapkan Coretax readiness, supaya gak ketinggalan sistem baru yang nyambung ke DJP 100%.
Jadi, Haruskah Gue Takut Sama PPN
Enggak. Tapi lo harus waspada.
PPN itu kayak listrik di rumah.
Gak keliatan, tapi vital.
Salah kabel, rumah bisa kebakar.
Dan makin ke sini, DJP makin agresif.
Invoice lo bisa dicek silang.
Transaksi digital lo bisa ditarik dari payment gateway.
Gak ada tempat ngumpet. Semua nyambung.
Contact Sekarang Sebelum Kena Tagihan Mendadak
Provisio Consulting
Grha Provisioner Bersama, 1st Floor
Jl. Widya Chandra X No.7, Senayan, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12190
+6221-382 501 70
contact@provisio-id.com
PT Pro Visioner Konsultindo
Grha Provisioner Bersama, 3rd Floor
Jl. Widya Chandra X No.7, Senayan, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12190
+6221-382 501 71
contact@pro-visioner.com
Lo mau growth, lo mau survive, lo gak bisa pura-pura gak kenal PPN.
Dan lo gak perlu jalanin ini sendirian.
Kita di sini buat bantu lo ngatur semuanya. Sampai lo bilang:
“PPN? Gak masalah.”


