konsultanpajak.or.id Apa Itu PPh 22 dan Cara Menghitungnya: Panduan Lengkap dan Gak Bikin Pusing. Kalo lo pengusaha atau terlibat dalam dunia bisnis, pasti sering denger yang namanya PPh 22, kan? Ya, pajak yang satu ini sering jadi bahan perbincangan, apalagi buat mereka yang bergerak di sektor perdagangan impor, ekspor, atau re-impor. Tapi, apa sih PPh 22 itu? Gampang banget, kok! Ini dia penjelasannya dengan cara santai, biar lo makin ngerti dan gak kelabakan pas harus urusin pajak.
PPh 22 Itu Apa, Sih?
Oke, jadi PPh 22 adalah pajak yang dikenakan ke badan usaha atau individu yang terlibat dalam perdagangan impor, ekspor, atau re-impor. Nah, PPh 22 ini dipungut oleh beberapa pihak, kayak bendahara pemerintah atau badan tertentu yang ada hubungannya sama transaksi jual beli barang. Ini kayak pajak yang lo bayar ketika lo beli barang impor atau barang mewah, gitu.
Secara sederhana, kalau lo beli barang dari luar negeri, atau lo jual barang yang tergolong mewah, ada pajak yang dikenakan namanya PPh 22. PPh ini ada yang dipotong langsung oleh pihak yang jual atau importir, jadi lo gak perlu repot-repot hitung-hitung lagi.
Siapa yang Kena PPh 22?
Jadi, siapa aja yang harus bayar PPh 22? Gampangnya, PPh 22 ini dikenakan ke pelaku usaha yang berkaitan sama:
- Impor barang atau produk
- Ekspor barang
- Penjualan barang mewah
Misalnya lo importir barang dari luar negeri, atau lo beli barang yang termasuk kategori mewah, maka PPh 22 bakal dikenakan atas transaksi tersebut. Bahkan, kalau lo beli barang yang harganya lebih dari Rp30 juta, atau mobil mewah, bisa jadi PPh 22 ini bakal ngikut. Nggak ada yang bisa lolos deh dari PPh 22!
baca juga
- Pajak Jasa Maklon yang Sering Ke-skip Sama Pebisnis
- Peran Penting PJAP Buat Era Baru Pajak Digital
- Meterai Bukan Stiker Lucu, Bro!
- Apakah AI Training Data Kena Pajak?
- Pajak IoT Data
Cara Menghitung PPh 22: Gampang Kok!
Nah, sekarang kita bahas cara menghitung PPh 22-nya. Kalau lo merasa ribet, tenang aja, kita bakal jelasin dengan cara yang santai dan gak pake drama. Berikut cara hitungnya:
PPh 22 = Tarif Pajak x Nilai Impor/Harga Jual/DPP PPN/Harga Beli
Mudah banget kan? Cuma tinggal kalikan aja tarif pajak dengan nilai impor atau harga jual barang. Cuma, yang harus lo inget, tarif pajaknya itu beda-beda tergantung jenis barang atau kegiatan lo. Jadi, gak bisa asal tebak-tebak hitung, harus tahu tarif yang berlaku. Nah, yuk kita bahas lebih lanjut tarif pajaknya!
Tarif PPh 22 Berdasarkan Jenis Barang dan Kegiatan
Buat lo yang bingung, “Lah, tarif PPh 22 berapa sih?”, tenang! Kita bahas satu per satu. Ada beberapa jenis transaksi yang dikenakan PPh 22, dan berikut tarifnya:
- Impor Barang
- API: Kalo lo importir dengan Angka Pengenal Importir (API), PPh 22-nya cuma 2,5% dari nilai impor.
- Non-API: Kalau gak punya API, pajaknya naik jadi 7,5% dari nilai impor.
- Barang yang gak dikuasai: Misalnya barang yang dijual di lelang, itu kena 7,5% juga.
- Pembelian Barang oleh Pemerintah
- Kalo pemerintah atau BUMN yang beli barang, PPh 22-nya 1,5% dari harga pembelian. Tapi ini gak termasuk PPN dan gak final.
- Penjualan Hasil Produksi
- Kalau lo jual semen, kertas, otomotif, atau baja, tarif PPh 22-nya beda-beda. Misalnya semen kena 0,25% dari DPP PPN, sementara otomotif bisa kena 0,45% dari DPP PPN.
- Bahan Bakar Minyak (BBM)
- Kalo lo jual BBM ke stasiun pengisian, pajaknya 0,25% buat Pertamina, dan 0,3% buat yang lain.
- Barang Mewah
- Nah, kalo lo jual barang mewah kayak pesawat pribadi, kapal pesiar, atau mobil mewah, tarif PPh 22-nya 5% dari harga jual. Buat barang mewah lainnya seperti rumah lebih dari Rp30 juta, tarifnya 1%.
PPh 22 untuk Pembelian Barang Mewah
Nah, buat barang yang tergolong sangat mewah, tarif PPh 22 ini bisa sampe 5%. Gimana kalau lo beli barang kayak pesawat pribadi, yacht, atau rumah super mewah? Semua itu masuk kategori barang mewah yang tarif PPh 22-nya 5%. Gokil, kan? Cuma rumah lebih dari Rp30 juta aja udah kena 1% dari harga jual. Jadi, kalo lo beneran pengen beli rumah mewah atau mobil-mobil mewah, pastikan lo udah siap bayar PPh 22 ini.
Gimana Kalau Gak Punya NPWP?
Ini juga penting banget, bro. Kalau lo beli barang atau ikut transaksi yang kena PPh 22, tapi gak punya NPWP, tarif pajaknya bisa jadi 100% lebih tinggi. Iya, lo gak salah baca! Jadi, buat lo yang belum punya NPWP, buruan daftar, biar gak kena pajak lebih gede.
Tips Menghindari Kesalahan dalam Pembayaran PPh 22
Biar gak salah hitung atau malah kena denda, berikut beberapa tips yang bisa lo ikutin:
- Selalu Cek Tarif Pajak yang Berlaku – Jangan asal hitung, cek dulu tarif yang berlaku buat transaksi lo. Misalnya, barang yang lo beli masuk kategori barang mewah, jangan kaget kalau pajaknya lebih tinggi.
- Periksa NPWP Lo – Jangan sampai gak punya NPWP, karena kalau lo gak punya NPWP, pajaknya bisa lebih tinggi 100%.
- Pahami Jenis Barang yang Lo Transaksikan – Beberapa barang tertentu punya tarif pajak yang berbeda. Jadi, pastikan lo paham jenis barang yang lo jual atau beli biar gak keliru.
- Gunakan Jasa Konsultan Pajak – Kalau lo masih bingung atau gak mau repot, bisa kok pakai jasa konsultan pajak. Mereka yang lebih ngerti soal tarif pajak dan peraturan pajak yang ada.
Kenapa PPh 22 Itu Penting?
PPh 22 itu penting banget, karena kalau lo gak bayar atau gak hitung dengan benar, bisa-bisa lo kena denda atau bahkan diusut oleh DJP. Pajak yang lo bayar itu langsung berdampak ke negara, jadi dengan bayar pajak yang bener, lo ikut berkontribusi dalam pembangunan negara.
Kesimpulan
PPh 22 emang kelihatan ribet, tapi kalau lo udah ngerti cara hitungnya dan jenis transaksi yang kena pajak, semuanya bakal lebih mudah. Jadi, mulai sekarang pastiin lo tahu tarif PPh 22 yang berlaku buat lo dan bisnis lo. Gak ada salahnya juga buat berkonsultasi sama ahli pajak kalau lo masih bingung. Yang penting, bayar pajak dengan benar dan tepat waktu supaya gak kena masalah.
Nggak mau kan, tiba-tiba ada kejutan dari DJP gara-gara salah hitung pajak? So, yuk mulai ngerti PPh 22 dan jangan sampai salah langkah!


