konsultanpajak.or.id Apa Itu PTKP? Biar Gak Kena Pajak, Ini Batasan Penghasilan yang Gak Kena Pajak!
PTKP. Ini dia, satu istilah yang mungkin sering kalian dengar, tapi masih banyak yang bingung apa sih artinya dan kenapa itu penting. PTKP itu singkatan dari Penghasilan Tidak Kena Pajak, yang intinya bikin hidup lebih ringan buat kalian yang punya penghasilan di bawah batas yang ditentukan. Jadi, kalau penghasilan kalian di bawah PTKP, ya nggak kena pajak. Sederhana kan?
Tapi gini, PTKP itu ada aturan mainnya. Nggak bisa sembarangan. Kalau kalian penasaran, yuk kita bahas dari awal kenapa PTKP itu ada dan siapa aja yang bisa dapet, biar kalian nggak bingung lagi.
Kenapa PTKP Itu Ada?
Sederhananya gini, PTKP itu ada buat memberikan keadilan fiskal. Jadi, PTKP itu bikin mereka yang penghasilannya rendah nggak terbebani sama pajak yang tinggi. Bayangin aja, kalau PTKP nggak ada, orang yang penghasilannya rendah pasti bakal kewalahan bayar pajak. Makanya, pemerintah punya kebijakan PTKP ini, biar yang penghasilannya cuma cukup buat hidup sehari-hari nggak kena pajak yang malah bisa bikin semakin susah.
Jadi, intinya, PTKP ini kayak batas minimal gitu. Kalau penghasilan kalian lebih dari PTKP, baru deh kalian bakal kena pajak. Kalau nggak, yaudah, PTKP melindungi kalian.
Siapa Saja yang Berhak Dapet PTKP?
Sekarang, siapa aja sih yang bisa dapet PTKP? Gampang banget jawabnya. PTKP itu berlaku buat wajib pajak orang pribadi, baik yang lajang ataupun yang sudah menikah. Dan nggak cuma itu, yang punya tanggungan seperti anak atau anggota keluarga lain juga bisa dapet tambahan PTKP. Jadi, nggak usah khawatir kalau udah nikah atau punya anak, PTKP kalian bakal lebih gede.
Misalnya, kalau istri juga kerja, dan penghasilannya digabung sama suami, istri juga bisa dapet tambahan PTKP, tapi harus memenuhi beberapa syarat administratif yang udah ditetapkan.
Dasar Hukum Penetapan PTKP
Pemerintah nggak asal nentuin PTKP. Ada dasar hukumnya, bro. PTKP itu diatur dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan (UU PPh), lebih tepatnya di UU No. 7 Tahun 1983, yang udah sering direvisi, termasuk UU No. 36 Tahun 2008.
Selain itu, untuk penyesuaian nilai PTKP, pemerintah pakai Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Nah, PMK yang masih berlaku hingga sekarang adalah PMK No. 101/PMK.010/2016, yang diterapkan sejak 1 Januari 2016 dan masih digunakan sampai sekarang.
baca juga
- Pajak Jasa Maklon yang Sering Ke-skip Sama Pebisnis
- Peran Penting PJAP Buat Era Baru Pajak Digital
- Meterai Bukan Stiker Lucu, Bro!
- Apakah AI Training Data Kena Pajak?
- Pajak IoT Data
Kenapa PTKP Perlu Disesuaikan?
Kenapa sih PTKP perlu diubah-ubah? Gini, penyesuaian PTKP itu bukan tanpa alasan. Pemerintah menyesuaikan PTKP berdasarkan banyak faktor, misalnya:
- Inflasi tahunan yang bikin daya beli masyarakat naik-turun.
- Peningkatan upah minimum, yang berarti masyarakat punya penghasilan lebih tinggi.
- Kebutuhan masyarakat yang makin berkembang, tentu aja.
- Keseimbangan penerimaan negara dan perlindungan ekonomi masyarakat, biar pajak nggak memberatkan mereka yang penghasilannya sedikit.
Perubahan PTKP dari Tahun ke Tahun
Dari pertama kali diberlakukan, PTKP udah banyak mengalami perubahan. Mungkin awalnya cuma segitu, tapi karena ekonomi berkembang, PTKP-nya pun makin naik. Misalnya, pertama kali PTKP buat status TK/0 (lajang tanpa tanggungan) adalah cuma Rp960.000. Bisa dibayangkan gimana perkembangan PTKP dari waktu ke waktu.
| Tahun | Regulasi | PTKP TK/0 (Rp) | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 1983 | UU No. 7/1983 | 960.000 | Pertama kali diberlakukan |
| 1989 | KMK No. 1209/KMK.04/1989 | 1.440.000 | Penyesuaian awal |
| 1994 | UU No. 10/1994 | 1.728.000 | Disesuaikan dengan perkembangan ekonomi |
| 2001 | UU No. 17/2000 | 2.880.000 | Kenaikan signifikan |
| 2005 | PMK No. 137/PMK.03/2005 | 12.000.000 | Reformasi kebijakan |
| 2009 | UU No. 36 Tahun 2008 | 15.840.000 | Penyesuaian terhadap nilai tukar & inflasi |
| 2013 | PMK No. 162/PMK.011/2012 | 24.300.000 | Respons atas peningkatan UMP |
| 2015 | PMK No. 122/PMK.010/2015 | 36.000.000 | Pemerataan beban pajak |
| 2016 | PMK No. 101/PMK.010/2016 | 54.000.000 | Masih digunakan hingga saat ini |
Jenis-Jenis PTKP Berdasarkan Status Wajib Pajak
Ternyata, PTKP nggak cuma buat yang lajang, lho. Kalau udah nikah atau punya anak, PTKP-nya bisa nambah! Ini dia jenis-jenis PTKP berdasarkan status wajib pajaknya:
- Untuk Wajib Pajak Lajang (TK)
- TK/0: Rp54 juta
- TK/1: Tambahan Rp4,5 juta untuk 1 tanggungan
- TK/2: Tambahan Rp9 juta untuk 2 tanggungan
- TK/3: Tambahan Rp13,5 juta untuk 3 tanggungan
- Untuk Wajib Pajak Kawin (K)
- K/0: Rp58,5 juta (termasuk tambahan Rp4,5 juta karena status kawin)
- K/1 hingga K/3: Ditambah Rp4,5 juta per tanggungan, maksimal 3 tanggungan
- Tambahan PTKP untuk Istri
- Kalau penghasilan istri digabung dengan suami, istri mendapat tambahan PTKP sebesar Rp54 juta, dengan syarat tertentu.
Cara Menggunakan PTKP dalam Perhitungan Pajak
Nah, PTKP itu dipake buat ngurangin penghasilan bersih kita, biar nggak kena pajak gede-gedean. Jadi, cara hitungnya gini:
Penghasilan Neto – PTKP = PKP
Contoh:
- Penghasilan bersih: Rp150 juta
- Status: K/3
- PTKP: Rp58,5 juta + Rp13,5 juta = Rp72 juta
- PKP: Rp150 juta – Rp72 juta = Rp78 juta
Nah, PKP yang Rp78 juta ini bakal dikenakan pajak sesuai dengan tarif progresif yang berlaku. Jadi makin tinggi PTKP, makin ringan pajaknya!
Dampak PTKP Terhadap Besaran Pajak
Semakin tinggi PTKP, makin sedikit penghasilan yang kena pajak. Artinya, makin rendah pajaknya. Ini cara pemerintah buat nyamain beban pajak supaya nggak ada yang terlalu berat meskipun kondisi ekonomi fluktuatif.
Apakah PTKP Bisa Berubah di Tengah Tahun?
Sayangnya, PTKP nggak bisa berubah di tengah tahun. Kalau status wajib pajak berubah (misalnya nikah atau punya anak), perubahan itu baru akan berlaku di tahun pajak berikutnya.
Kesimpulan
PTKP itu penting banget buat batasan penghasilan yang nggak kena pajak. Dengan PTKP, orang-orang yang penghasilannya masih kecil nggak perlu bayar pajak yang terlalu berat. Pemerintah juga udah sering menyesuaikan PTKP sejak pertama kali diterapin, supaya adil buat semua orang. Kalau lu ngerti PTKP dan gimana cara digunain, lu bisa ngitung pajak yang harus dibayar dengan lebih tepat, tanpa kebebanan lebih.


