Bayar Pajak Nol Rupiah, Padahal Ngontrakin 200 Kamar Kos? Lo Gak Salah Baca, Bro

konsultanpajak.or.id/ Bayar Pajak Nol Rupiah, Padahal Ngontrakin 200 Kamar Kos? Lo Gak Salah Baca, Bro. Waktu itu sore, hujan deres di Lenteng Agung. Gua lagi nongkrong sama salah satu tim audit lokal dari KPP Pancoran, nyari gorengan sambil bahas data. Tiba-tiba dia nyeletuk, “Lo tau gak, ada pengusaha kos-kosan di Depok, total omzet dia 1,3M setahun… tapi pajaknya? Nol rupiah.

Sumpah, gua kira dia bercanda. Tapi ternyata enggak.

Namanya Andre. Gak banyak yang kenal doi. Kalem, jarang flexing. Tapi dari 2018, doi udah punya 9 rumah kos besar. Lokasinya deket kampus, full isi. Anak UI, Gunadarma, sampe STIE Rawamangun numpang tinggal.
200 kamar. Tarif 900 ribu sampai 2,1 juta per bulan. Full booked. Tiap bulan auto masuk 100 juta++.

Tapi waktu gua cek, laporan SPT tahunan dia kosong. Gak ada penghasilan kena pajak.
Gimana bisa?

Ternyata ini bukan trik sulap. Tapi trik legal.
Dan ini bukan loophole murahan. Ini stratekik (yep, sengaja typo), berbasis regulasi.

Jadi gini… Andre gak ngelaporin kos-kosan itu sebagai penghasilan pribadi. Tapi semua kosan itu dibungkus dalam 3 PT terpisah.
Masing-masing PT pegang maksimal 70 kamar. Laporan keuangannya rapi. Biaya operasional dijembrengin:
Gaji ART & satpam (dibikin payroll)
Sewa lahan (padahal tanah sendiri, tapi diakalin jadi sewa via PT B)
Biaya maintenance (AC rusak, lampu mati, benerin closet bocor—semua diinvoice-in)
Sewa manajemen properti dari entitas keluarga (biar ada pengurang lagi)

Dan lo tau apa yang genius?

Dia manfaatin skema Omzet di Bawah 4,8M → PPh Final UMKM 0,5%

Tapi karena banyak pengurang dan PT-nya kecil-kecil, penghasilan bersih yang kena PPh Final? Minim banget.

Pajaknya literally cuma ratusan ribu per tahun. Bahkan ada yang nol karena defisit operasional.

baca juga

Bayangin, negara dapet receh. Tapi Andre? Pegang cashflow gede banget tiap bulan. Legal, clean, dan rapi.

“Ini udah bukan playing safe. Ini udah kayak nge-cheat tapi dibaca aturan main,” kata Pak Budi, mantan tim pemeriksa pajak yang sekarang jadi senior advisor di PT Pro Visioner Konsultindo.

Kasus kayak gini tuh gak cuma sekali kejadian. Bahkan KAP Andin di Cibubur, yang kecil dan underrated, pernah bantuin klien ekspat yang punya 140 unit apartemen di Jakarta Barat. Skemanya hampir sama. Hasil audit? Clean sheet. Gak ada koreksi. Lo bisa cek sendiri SKP-nya.

“Selama semua dokumentasi valid, dan gak ada niat nyeleneh, ini sah,” katanya.
Dan bener. Banyak pengusaha propertian yang sekarang udah pakai model kayak gini. Karena kalau lo masih pegang kos-kosan atas nama pribadi dan nyerahin semua omzet ke PPh Final, lo… fix bocor.

Dan jangan kira Ditjen Pajak gak tau. Mereka tau. Tapi ya itu…
Selama strukturnya proper, gak ada dasar koreksi.
Gak semua orang bisa buka celah legal kayak gini. Tapi Andre bisa. Karena dari awal, dia pake jasa konsultan pajak yang ngerti medan perang. Yang ngerti gimana cara main… tapi gak kena semprit.

Lo bisa juga, kalau lo mau.

Butuh struktur kayak gini?
Langsung aja kontak tim di:

Provisio Consulting
Grha Provisioner Bersama, 1st Floor
Jl. Widya Chandra X No.7, Senayan, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12190, Indonesia
+6221-382 501 70
contact@provisio-id.com
https://provisio-id.com/provisioconsulting/

PT Pro Visioner Konsultindo
Grha Provisioner Bersama, 3rd Floor
Jl. Widya Chandra X No.7, Senayan, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12190 – Indonesia
+6221-382 501 71
contact@pro-visioner.com
https://pro-visioner.com/pvk/

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top