Jangan Salah! Ini Waktu yang Tepat Gunakan Kurs untuk Hitung PPN JLN

konsultanpajak.or.id Jangan Salah! Ini Waktu yang Tepat Gunakan Kurs untuk Hitung PPN JLN.

Lo pernah impor jasa dari luar negeri, terus tiba-tiba mikir, “PPN-nya ngitungnya gimana ya? Apalagi ini pakai dolar, bukan rupiah?” Nah, welcome to the club bro. Banyak pelaku usaha yang masih bingung banget soal PPN Jasa Luar Negeri (PPN JLN). Padahal, ini penting banget buat lo yang sering deal sama vendor atau konsultan dari luar negeri.

Oke, kita bahas santai tapi tuntas. Biar lo gak salah kurs, gak salah waktu, gak salah setor, dan pastinya gak kena semprit DJP.

Kenapa PPN JLN Bisa Muncul?

Di era sekarang, hampir semua bisnis udah global. Lo bisa hire designer dari New York, programmer dari India, atau legal consultant dari Australia—all from your laptop. Nah, setiap kali lo pake jasa dari luar negeri dan lo PKP, maka lo kena wajib setor PPN atas jasa itu. Ini yang disebut PPN JLN.

Contoh paling relatable: PT A di Indonesia nge-hire expert dari China buat ngajar in-house team IT-nya. Ini udah langsung kena PPN JLN.

Kapan Nilai Tukar Digunakan Buat Ngitung PPN JLN?

Karena transaksinya biasanya pakai mata uang asing (kayak USD, EUR, SGD, etc), lo gak bisa asal convert pakai kurs Google atau kurs tengah BI. Yang dipakai harus kurs yang ditetapkan Menteri Keuangan (KMK). Dan, kurs ini dipakai pas:

  • Dokumen setara faktur pajak dibuat
  • Biasanya ini berarti saat lo bikin SSP atau dokumen bukti pembayaran jasa dari luar negeri

Inget ya, karena ini jasa luar negeri, faktur pajaknya gak wajib dibuat kayak transaksi dalam negeri. Yang jadi bukti pembayaran pajaknya adalah Surat Setoran Pajak (SSP) dan bukti transaksi jasa/import jasa.

Kapan Pajak Jatuh Tempo?

Ini bagian krusial. Pajaknya dianggap terutang saat lo menggunakan jasa itu. Tapi ada juga skenario lain:

  • Kalau lo udah bayar di awal (down payment), maka PPN terutang saat pembayaran itu terjadi
  • Kalau jasa belum dipakai tapi udah ditagih, PPN juga udah dianggap muncul

Dan kalau lo masih bingung juga, fallback-nya lihat aja tanggal kontrak yang ditandatangani. Itu bisa jadi patokan waktu pemanfaatan jasa.

Apa Saja Yang Termasuk “Pemanfaatan”?

Ini 4 kondisi yang bisa jadi trigger PPN:

  1. Jasa udah mulai dipakai
  2. Biaya jatuh tempo
  3. Tagihan diterbitkan
  4. Uang udah dibayar

Kalau bingung waktu yang mana yang tepat, DJP biasanya minta ngikutin yang paling awal terjadi. Jadi jangan tunggu semua selesai baru setor ya bro, bisa kena denda.

baca juga

Cara Bayar dan Lapor PPN JLN

Langkahnya gini:

  1. Isi dan bayar SSP lewat e-billing
  2. Kalau lo PKP, laporkan di SPT Masa PPN
  3. Kalau lo non-PKP, lapornya manual ke KPP bawa bukti setor

Isian di SSP harus tepat, misalnya:

  • Nama wajib pajak: nama vendor luar negeri
  • NPWP: pakai format NPWP luar negeri yaitu 00.000.000.0-000.000
  • Alamat: alamat vendor luar negeri
  • Penyedia jasa: tetap nama vendor, tapi penyetor diisi nama perusahaan lo (yang bayar PPN-nya)
  • Masa Pajak: disesuaikan dengan waktu pemanfaatan

Contoh Perhitungan PPN JLN

PT A (PKP) make jasa desain dari perusahaan di Amerika. Per janji, mereka bayar royalty $5 per pasang sepatu, dan dalam satu batch produksi, ada 40.000 pasang sepatu. Jadi totalnya $200.000.

Kurs KMK saat itu: Rp14.679 per USD

Berarti Dasar Pengenaan Pajaknya (DPP) = $200.000 x 14.679 = Rp2.935.800.000
PPN-nya = 11% x Rp2.935.800.000 = Rp322.938.000

Kalau jasa itu jatuh tempo tanggal 10 Mei, maka PPN harus lo setorin paling lambat 15 Juni, dan dilaporin di SPT Masa PPN bulan Mei.

Kenapa Ini Penting Buat Bisnis Lo?

Karena kalau lo salah waktu setor, salah kurs, atau gak lapor sama sekali, lo bisa dikenain sanksi. Dan percaya deh, denda pajak itu bukan cuma bikin boncos, tapi juga bikin lo ribet urus administrasi.

Makanya, kalo lo masih clueless atau gak punya waktu buat ngurusin hal seribet ini, langsung aja minta bantuan Konsultan Pajak Jakarta. Mereka ngerti aturan, ngerti sistem, dan bisa bantu lo tidur nyenyak tanpa takut diaudit dadakan.

Kesimpulan

PPN Jasa Luar Negeri itu real banget, gak bisa di-skip apalagi kalau lo udah PKP. Pastikan lo ngerti kapan jasa dianggap dipakai, kapan kurs KMK-nya harus diambil, dan gimana cara lapor serta bayarnya. Jangan sampe karena urusan ini, bisnis lo malah kena masalah di kemudian hari.

Kalau masih ragu, better lo konsultasi daripada nebak-nebak dan ujung-ujungnya kena penalty.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top