Penipuan Berkedok DJP: Lo Kira Lo Aman? Wait Until This Happens to You.
Suatu malam, jam 22:34 WIB, Riko—freelancer desain dari Bandung—dapat WhatsApp. Display picturenya formal, bio-nya: “Pegawai DJP – Direktorat Jenderal Pajak Republik Indonesia”. Isinya? “Selamat malam, Bapak Riko. Kami dari DJP. Mohon segera unduh aplikasi untuk validasi Coretax Bapak.”
Riko—karena panik—klik linknya. Satu jam kemudian, dana di rekening lenyap. Hilang. Kayak mantan yang tiba-tiba ghosting.
Yep, itu BUKAN DJP. Itu penipuan yang lagi ngetren, berkedok pajak.
Mode On Investigasi: Gimana Sih Modusnya?
Dalam beberapa bulan terakhir, jumlah laporan soal penipuan yang ngaku-ngaku dari DJP naiknya serem. Gak main-main. DJP sampe turun tangan langsung dan rilis pengumuman resmi: PENG-29/PJ.09/2025.
Dan bro, yang bikin serem? Modusnya makin canggih, makin believable, makin licik.
Beberapa modus legend yang lagi hype di lapangan:
- Ngirim file .apk via WhatsApp, katanya aplikasi M-Pajak. Padahal mah virus, malware, trojan horse… lo sebut aja deh.
- Ngasih link palsu buat e-Meterai, suruh transfer buat legalitas yang sebenernya gak ada.
- Ngaku bisa bantu refund pajak, minta data pribadi. Bahkan minta OTP. Sumpah, skemanya udah kayak drama Netflix.
- Ngontak lo pas lagi ngantuk atau hectic kerjaan, lalu ngaku dari DJP pusat, minta data NPWP buat validasi Coretax.
Lo pikir siapa yang bisa kena? Freelancer, emak-emak toko online, sampe manajer keuangan startup pernah jadi korban.
Latar Belakang yang Sering Dipake Buat Bikin Korban Panik
Kebanyakan pelaku ngaku-ngaku dari DJP dan nyebut:
- “Ini soal pemadanan NPWP ke NIK, urgent.”
- “Kita mau verifikasi data pajak tahunan Bapak/Ibu.”
- “Mohon konfirmasi integrasi sistem DJP Coretax.”
- “Kami lagi update karena ada mutasi pejabat DJP.”
Basically, mereka ngegas pake isu-isu real yang emang lagi rame di dunia pajak. Teknik ini namanya social engineering. Mereka pake kecemasan yang valid buat ngelumpuhin logika lo.
baca juga
- Pajak Jasa Maklon yang Sering Ke-skip Sama Pebisnis
- Peran Penting PJAP Buat Era Baru Pajak Digital
- Meterai Bukan Stiker Lucu, Bro!
- Apakah AI Training Data Kena Pajak?
- Pajak IoT Data
Duh Gimana Nih? Lo Bisa Jadi Korban Kalau…
- Lo gampang panik.
- Lo gak aware channel resmi DJP.
- Lo klik sembarang link kayak main Candy Crush.
- Lo pikir semua yang ngaku dari “Instansi” itu auto bener.
Padahal, DJP udah punya list channel resmi, dan mereka GAK PERNAH ngirimin file .apk via WA. No. Never. Jangan keburu percaya walau fotonya pake jas dan caption-nya “Pajak Adalah Ibadah”.
Langkah Aman Kalo Lo Dapat Pesan Mencurigakan
Sikat ini di kepala lo, bro:
- Jangan klik apapun yang lo gak yakin 100% itu aman.
- Jangan transfer uang ke nomor pribadi. Bahkan kalo dia ngaku “Pak Hadi dari Kantor Pajak Jakarta Pusat”.
- Confirm dulu ke:
- Kantor Pajak terdekat
- Hotline DJP: 1500200
- Email: pengaduan@pajak.go.id
- Situs: https://pengaduan.pajak.go.id
- Chat resmi di https://www.pajak.go.id
Dan satu lagi yang penting: WA resmi DJP buat Coretax cuma dari +62 822-3000-9880. Selain itu? GASLIGHT. BLOCK. REPORT.
Cara Report Penipu: Jangan Cuma Ngomel di Grup Keluarga
Lo bisa bantu orang lain gak kena juga, caranya:
- Laporkan nomor penipuan ke Kominfo lewat:
https://aduannomor.id - Kalo udah sempet kirim data atau duit, buru-buru ke kantor polisi. Makin cepet, makin besar chance dana lo balik.
- Jangan lupa, edukasi temen, keluarga, bahkan followers lo kalo perlu. Jangan sampe korban selanjutnya adek lo sendiri.
Plot Twist: Bahkan Info Resmi Bisa Disalahgunakan
Gue gak bercanda. Sistem Coretax DJP emang beneran ada. Tujuannya keren: bikin pelaporan pajak makin streamlined, otomatis, rapi.
Tapi ironisnya, penjahat digital pake info valid ini buat nyelipin penipuan. Jadi kayak dua sisi mata uang—yang satu buat reformasi, satu lagi buat skam.
Ending Realita: Lo Gak Akan Tahu Kapan Kena… Sampai Lo Kena
Gue tau tulisan ini panjang. Tapi lebih baik lo scroll sekarang daripada scroll notif rekening yang saldo lo minus.
Dan inget, consulting sama konsultan pajak profesional jauh lebih murah daripada lo kehilangan dana jutaan karena klik satu link doang.
Mau aman? Keep your radar on, dan kalo ragu—langsung kontak konsultan pajak beneran. Bukan yang nyamar-nyamar di WhatsApp tengah malam.


