konsultanpajak.or.id Sertifikasi Konsultan Pajak: Worth It atau Tidak? Oke gengs, kita bahas topik yang agak serius tapi hot banget di dunia perpajakan Indonesia: sertifikasi konsultan pajak.
Pertanyaannya: “Worth it nggak sih kalau gue ambil sertifikasi ini? Emang sepenting apa buat karier?”
Karena jujur aja, banyak anak muda sekarang—khususnya yang jurusan akuntansi, hukum, atau bahkan manajemen—mulai melirik profesi konsultan pajak. Soalnya demand-nya naik terus, tapi di sisi lain, effort buat dapetin sertifikasi itu lumayan gede.
1. Sertifikasi Konsultan Pajak Itu Apa Sih?
Sertifikasi konsultan pajak = lisensi resmi yang ngasih “green light” buat lo berpraktik sebagai konsultan pajak di Indonesia.
Aturannya ada di Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 111/PMK.03/2014.
Tanpa sertifikasi ini, lo basically nggak bisa representasiin klien di depan Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
Sertifikasi ini dibagi jadi 3 level:
- Brevet A → buat wajib pajak orang pribadi.
- Brevet B → buat wajib pajak badan (PT, CV, dsb).
- Brevet C → buat kasus pajak internasional dan skala besar.
Jadi ibaratnya kayak game RPG: makin tinggi level sertifikasi, makin luas juga “jurus” lo dalam ngadepin dunia perpajakan.
2. Biaya & Effort: Nggak Main-main
Biar real aja nih, sertifikasi ini butuh modal waktu + duit + tenaga.
- Kursus brevet bisa belasan juta (tergantung tempat).
- Ujian sertifikasi juga bayar lagi.
- Belum lagi effort belajar regulasi pajak yang tiap tahun update (dan jujur aja, bahasanya sering bikin pusing).
Jadi jangan kira ini kayak ambil kursus online random yang bisa kelar weekend. Ini bener-bener kayak mini-investasi buat karier lo.
3. Apa Keuntungan Punya Sertifikasi?
a. Legitimasi & Kredibilitas
Klien pasti lebih percaya sama konsultan yang certified. Sama kayak lo milih dokter, pasti lebih nyaman kalau dia punya STR (Surat Tanda Registrasi), kan?
b. Bisa Representasiin Klien di DJP
Kalau lo cuma paham pajak tapi nggak punya sertifikasi, lo stuck. Tapi kalau certified, lo bisa jadi wakil resmi klien di pemeriksaan atau sengketa pajak.
c. Gaji & Fee Lebih Tinggi
Banyak perusahaan (dari korporasi gede sampai kantor konsultan) lebih milih hire konsultan pajak bersertifikat.
- Fresh graduate biasa → gaji standar.
- Konsultan pajak bersertifikat → bisa 2x lipat, plus fee project dari klien.
d. Networking
Ikut sertifikasi biasanya bikin lo masuk komunitas konsultan pajak. Dan trust me, koneksi di bidang ini tuh priceless. Dari sesama konsultan, notaris, sampai corporate lawyer.
baca juga
- Pajak Jasa Maklon yang Sering Ke-skip Sama Pebisnis
- Peran Penting PJAP Buat Era Baru Pajak Digital
- Meterai Bukan Stiker Lucu, Bro!
- Apakah AI Training Data Kena Pajak?
- Pajak IoT Data
4. Tapi, Ada Nggaknya Worth It?
Nggak Worth It Kalau:
- Lo cuma pengen “sekadar tau” pajak buat urusan pribadi.
- Lo nggak ada minat kerja di bidang pajak/bisnis.
- Lo gampang nyerah kalau ketemu regulasi ribet.
Super Worth It Kalau:
- Lo serius mau karier sebagai konsultan pajak.
- Lo pengen buka jasa konsultan sendiri someday.
- Lo kerja di bidang finance, legal, atau corporate tax planning.
- Lo ngincer posisi manajerial yang butuh skill pajak solid.
5. Perspektif Gen Z & Era Modern
Di era sekarang, profesi konsultan pajak tuh makin seksi. Kenapa?
- Digitalisasi perpajakan → bikin semua perusahaan butuh orang yang ngerti sistem Coretax, e-Faktur, e-Billing, e-SPT.
- Ekonomi kreatif & startup → banyak pelaku usaha baru yang bingung urus pajak.
- Kebijakan global → kayak BEPS (Base Erosion and Profit Shifting) bikin konsultan pajak internasional makin dicari.
Jadi buat Gen Z yang pengen kerjaan dengan kombinasi cuan + prestise + stabilitas, sertifikasi ini bisa jadi golden ticket.
6. Real Case: Konsultan Pajak di Lapangan
Ada cerita real, konsultan pajak muda yang baru certified di Jakarta bisa dapet:
- Project konsultasi UMKM → fee Rp 10–20 juta/project.
- Klien perusahaan asing → fee bisa puluhan juta/bulan.
- Kerja di Big Four (PwC, EY, Deloitte, KPMG) → starting salary lebih tinggi dari anak accounting biasa.
Sementara yang nggak certified, paling stuck di posisi staf pajak biasa tanpa akses ke project gede.
7. Kesimpulan
Jadi, sertifikasi konsultan pajak worth it atau nggak?
Jawaban simpelnya: Tergantung goals lo.
Kalau lo cuma pengen survive kerja kantoran, mungkin nggak urgent. Tapi kalau lo pengen karier spesifik di dunia perpajakan, entah jadi corporate tax specialist atau konsultan independen, sertifikasi ini bisa jadi investasi terbaik yang ngasih ROI gede banget.
Di era modern, ketika pajak makin kompleks & transparan, konsultan pajak certified tuh literally kayak “finansial superhero” buat perusahaan & individu.
penulis tamu dari : Proviso Consulting – Profile Linkedin


